Kamis, 25 Februari 2010

Diary Tiara (Sinopsis)

Diary Tiara
Created By Sweety Qliquers
(Samarinda, Senin <> 150210, 0213PM)



Diary Tiara
Chapter 1 Tiara Pergi
Chapter 2 Diary Biru Tiara


Sinopsis
...
“Aku lagi kangen banget nich sama ‘dia’ hehehehe… tapi Dara bilang, aku nggak boleh cengeng. Iya juga sich, ‘dia’ kan lagi berjuang keras di Jakarta, demi masa depannya dan juga band-nya. Aku senang akhirnya band-nya tampil juga di festival itu. Apalagi mewakili Bandung. Pasti pendukungya banyak. Aku nggak mau ganggu kosentrasinya. Hmmm…. Diary, lama-lama aku ngerasa makin sayang sama dia. Tapi aku nggak bisa ngungkapin semuanya. Aku hanya berani ngomong semuanya ke bintang, soalnya aku takut kalo Rendy tau aku suka sama dia, dia bakalan benci dan ninggalin aku. Persahabatan buatku lebih sejati…”
(Tiara Zalianty_Tiara)

“Waktu Tiara di rumah sakit, dia minta aku untuk nggak ngasih tahu kamu. Biar kamu lebih fokus ke festival… dan aku sama sekali nggak bisa nolak permintaan itu. Maafin aku Ren…”
(Andara Dewinta (Dara)

“Tuhan aku mohon kembalikan Tiara. Kini Tiara sudah pergi… pergi dengan membawa sepenggal rasa yang sejujurnya bisa kurasakan...”
(Rendy Pratama_Rendy)
...



Karakter Tokoh Diary Tiara


Tiara Zalianty (Tiara)
Memedam rasa cinta pada sahabatnya sendiri-Rendy Pratama (Rendy). Tiara Zalianty (Tiara) menyimpan rahasia cintanya karena ia tak ingin mengganggu konsentrasi Rendy Pratama (Rendy) untuk ikut festival band. Dia lebih memilih persahabatan daripada kisah cintanya.




Andara Dewinta (Dara)
Andara Dewinta (Dara) selalu menjadi pendengar yang baik untuk setiap masalah pribadi yang selalu diceritakan Rendy Pratama (Rendy) atau Tiara Zalianty (Tiara) Hanya Andara. Dewinta (Dara) dan Diary biru Tiara Zalianty (Tiara) yang menjadi saksi cinta dalam hati Tiara Zalianty (Tiara).



Rendy Pratama (Rendy)
Rendy Pratama (Rendy) menyesal, tak sempat mengungkapkan isi hatinya sebelum Tiara Zalianty (Tiara) pergi. Bahwa dirinya pun memiliki rasa yang sama dengan apa yang dirasakan Tiara Zalianty (Tiara). Dan kini… yang ada hanya penyesalan…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar