Rabu, 13 Januari 2010

Cinta Nggak Datang 2x (2)

Chapter 2
Sosok Sederhana Bernama Afgan


Hingga suatu ketika, ketika Cinta datang di acara diskusi tentang “Pacaran Yang Sehat”, ia bertemu satu sosok sederhana bernama Afgan, yang duduk di sebelahnya saat seminar berlangsung. Pertemuannya, saat makan snack dengan cueknya pakai tangan kiri, Afgan langsung menyapanya.

“Kok nggak pake tangan kanan? Yang kanan baik-baik aja kan tangannya?” tegur Afgan sopan sambil tersenyum.

Cinta sadar. Ia memindah kue-nya ke tangan sebelah kanannya.

“Thanks…” itu saja yang keluar dari mulut Cinta. Dan keduanya meneruskan konsen berdiskusi. Cinta sih sadar kalau diam-diam Afgan sering meliriknya. Tapi Cinta nyante-nyante aja. Nggak ada keinginan untuk kenalan sama sekali. Dia nggak sekeren Asthon sih!

Nggak lama kemudian, ketika pulpennya jatuh, reflek Cinta dengan latah berucap, “e… copot!” lagi-lagi cowok itu berkomentar.

“Daripada bilang e… copot, mending baca istighfar. Kita kan harus jadi cerminan kebaikan?” katanya santai.

Ih, Cinta empet banget. Apa-apa dikomentari. Apa-apa diralat.

“Emangnya lo Ustadzah????? Dari tadi ngomentarin Gue terus!”

Afgan ketawa.

“Aku bukan Ustadzah. Ustadzah kan cewek…” Cowok itu tertawa lucu.

Ih, dengan bete Cinta pindah kursi ke depan. Aman, Nggak ada lagi yang komentar. Mau nungging kek, mau keselek kek. Bebas… nggak ada yang ngasih komentar lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar