Rabu, 21 April 2010

Bahasa Cinta (Sinopsis)

Bahasa Cinta
Created By Sweety Qliquers
(Samarinda, Kamis <> 250310, 1148AM)



Bahasa Cinta
Prolog
Chapter 1 Guru Baru
Chapter 2 Kecelakaan Kecil
Chapter 3 Good Job
Epilog


Sinopsis

Pelangi memudar di kejauhan,
Berangsur menghitam dalam nuansa hatiku,
Kuhitamkan smua warna dari putaran perjalanan cinta,
Agar dapat kulihat putih dan warna warninya.
Lalu kurengkuh galau hati dalam diam,
Terus berlari mengejar mimpi,
Dengan bahasa cinta.

(Silvia Maharani)

Aku melaju perlahan berbaur dengan panas dan debu anak jalanan,
namun alunan merdu dari hatiku sangat meneduhkan,
dan akan kusapa kalian dengan bahasa cintaku.
Lalu langit menenangkanku dengan hujannya
Dan kusambut senyum lusuh itu dari balik kaca hitam.
(Silvia Maharani)



Tokoh Bahasa Cinta

Silvia Maharani (Guru Baru)
Pada hari ke tiga puluh ini Silvia terlihat lebih santai dalam menghadapi tingkah laku murid-muridnya. Diletakkannya diktat program pelajaran yang sudah dirapikannya untuk satu bulan ke depan, dan diambilnya tumpukan kertas hasil ulangan murid-muridnya.


“Liburlah satu minggu sayang, lihatlah di luar sana banyak anak yang tidak seberuntung dirimu.”
“Silahkan keluar dari ruangan ini. Jangan pernah berani duduk di kursi ini sebelum kamu menyadari kesalahan kamu.”


Beby Galia Putri (Murid Yang Memaki Silvia Maharani)

“Brengsek.”
“Guru mata duitan.”


Suara Beby membuat ruangan kelas semakin senyap. Silvia meletakkan bukunya, berjalan perlahan ke bangku Beby, lalu mencengkeram kerah bajunya.Lalu diseretnya Beby dan dilemparkannya keluar kelas. Semua mata menatap ketakutan, lalu menyibukkan diri dengan pelajaran yang tiba-tiba disukai seluruh murid di kelas itu.


Helenia Tiara Azizah (Murid Yang Dicontek Beby Galia Putri)

“Maksudnya?”

Kelas sepi. Gadis mungil Helen menundukkan wajahnya. Diliriknya Beby yang sudah merekam semua jawabannya dengan sengit. Tiba-tiba keheningan dalam kelas itu hancur oleh suara kaca pecah. Semua mata mengarah pada jendela kaca yang sudah hancur.



Anne Sudibyo (Kepala Sekolah)
Ibu Anne Sudibyo, sang Kepala Sekolah menurunkan kaca matanya dan menatap Silvia tajam. Sementara guru yang lain hanya berani menunduk.


“Saya menerima penjelasan Anda, tapi sayangnya orang tua Beby tidak. Hari ini beliau akan datang dan ingin bertemu dengan Anda. Dan saya mohon maaf jika nanti saya terpaksa mengikuti permintaan beliau untuk mengeluarkan Anda.”




Rizal Prakarsa (Papa Beby Galia Putri)
Ruang rapat hening. Lalu keheningan itu pecah oleh suara ketukan di pintu. Seorang lelaki tinggi dan kekar memasuki ruangan dengan langkah gagah dan angkuh. Berjalan tegap menjabat tangan Kepala Sekolah, lalu mengitari ruangan dengan pandangannya dan berhenti pada Silvia Maharani sang guru baru.


“Dan senang sekali anak saya bertemu dengan guru seperti Anda. Sekarang dia sedang mengerjakan semua tugas-tugas sekolah yang selama ini tidak pernah dikerjakannya.”






Tidak ada komentar:

Posting Komentar