Sabtu, 24 April 2010

Sebuah Kecupan Di Keningku (6-End)

Chapter 6
Surat Dari Fabian

Berhari-hari rasanya aku tak sabar untuk menunggu Fabian pulang. Hampir dua bulan begitu saja. Tak ada khabar berita tentang Fabian. Bahkan sepucuk surat pun tak pernah menghampiriku. Beragam tanda tanya mulai menghantui pikiranku. Mungkinkah dia telah lupa, atau karena masih terlalu sibukkah? Entahlah.. Aku terus menunggu Fabian. Bahkan terkadang aku kerapkali melihat bayangannya disudut mataku. Dua bulan berikutnya, pak pos singgah kerumahku. Beliau membawa sebuah surat untukku. Yach! Dari Fabian. Ini surat pertamanya.

“Untuk Carissa-ku. Carissa, aku telah sampai dan mulai menjalani hari-hari dinegara ini. Aku akan segera pulang ke indonesia begitu kuliahku selesai. Oya, bagaiman khabarmu sekarang? Aku masih berharap kamu masih menyimpan kalung yang waktu itu kuberikan. Aku merindukanmu! Carissa, ini nomor hp ku. Kuharap disuatu senja nanti kamu bersedia menelphonku. +6281155250682. “
Fabian.

Seandainya aku berhak mengatakan sesuatu, akupun ingin mengatakan bahwa aku merindukannya. Kukepal jemariku erat-erat. Kusimpan rindu diulu hati. Sejenak, anganku membayang disuatu siang, saat sebuah kecupan hangat singgah dikeningku. Mungkin itu salam perpisahan. Atau sebuah kalimat yang artinya bahwa dia akan kembali lagi. Entahlah..



TAMAT
Copyright Sweety Qliquers
www.mininovel-lovers86.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar